Friday, December 30, 2011

Tanda nomor kendaraan bermotor Indonesia

Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006.

Sumatera

    BL = Aceh Kota Banda Aceh (A, J), Kabupaten Aceh Besar (L, B), Kabupaten Pidie (P), Kabupaten Pidie Jaya (O), Kabupaten Aceh Barat (E), Kabupaten Aceh Jaya (C), Kabupaten Nagan Raya (V), Kabupaten Aceh Barat Daya (W), kabupaten Aceh Tengah (G), kabupaten Bener Meriah (Y), Kabupaten Bireuen (Z), Kabupaten Aceh Utara (K, Q), Kota Lhokseumawe (N), Kota Sabang (M), Kabupaten Aceh Selatan (T), Kota Subulussalam (I), Kota Langsa (D), Kabupaten Aceh Timur (F), Kabupaten Gayo Lues (H), Kabupaten Aceh Singkil (R), Kabupaten Aceh Tamiang (U) Kabupaten Aceh Tenggara (X), Kabupaten Simeulue (S)
    BB = Sumatera Utara bagian Barat (pesisir Barat)
    BK = Sumatera Utara bagian Timur (pesisir Timur)
    BA = Sumatera Barat
    BM = Riau
    BP = Kepulauan Riau
    BG = Sumatera Selatan
    BN = Kepulauan Bangka Belitung
    BE = Lampung: Kota Bandar Lampung (A, B, C, dan Y), Kota Metro (F), Kabupaten Lampung Selatan (D dan E), Kabupaten Pesawaran (R), Kabupaten Tanggamus (V), Kabupaten Pringsewu (U), Kabupaten Lampung Tengah (G dan H), Kabupaten Lampung Timur (N dan P), Kabupaten Lampung Utara (J dan K), Kabupaten Way Kanan (W), Kabupaten Tulang Bawang (S dan T), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Q), Kabupaten Mesuji (L), Kabupaten Lampung Barat (M)
    BD = Bengkulu
    BH = Jambi


Jawa
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat

    A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang
    B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok
    D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat
    E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten Cirebon (E - K*/L*/M*/N*), Kota Cirebon (E - A*/B*/D*/E*/F*), Kabupaten Indramayu (E - P*), Kabupaten Majalengka (E - U*/V*), Kabupaten Kuningan (E - Y*)
    F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor (F - A-R), Kabupaten Cianjur (F - W-Y), Kabupaten Sukabumi (F - U/V), Kota Sukabumi (F - S/T)
    T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang
    Z = Kabupaten Garut (D - F), Kabupaten/Kota Tasikmalaya (Z - H), Kabupaten Sumedang (A - C), Kabupaten Ciamis (Z - T/W), Kota Banjar (Z-Y*)[6]



Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

    G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes (G - G), Kabupaten Batang (G - C), Kabupaten Pemalang (G - D)
    H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten(H - C/L/V)/Kota Semarang (H - A/G/H/R/S/X/W/Y/Z), Kota Salatiga(H - B/K) , Kabupaten Kendal (H - D/M), [[Kabupaten Demak](H - E)]
    K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A/S/H), Kabupaten Kudus (K - B/K/T), Kabupaten Jepara (K - C/V), Kabupaten Rembang (K - D/M), Kabupaten Blora (K - E/N), Kabupaten Grobogan (K - F/P), Kecamatan Cepu (K - N/Y)
    R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (R - A/H/S/E), Kabupaten Cilacap (R - B/K/T/F), Kabupaten Purbalingga (R - C/L), Kabupaten Banjarnegara (R - D/M)
    AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten (AA - B) /Kota Magelang (AA - A/H/K/S), Kabupaten Purworejo (AA - C/L/V), Kabupaten Kebumen (AA - D/M/W), Kabupaten Temanggung (AA - E/N), Kabupaten Wonosobo (AA - F/P/Z)
    AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta (A/H/F), Kabupaten Bantul (B/G), Kabupaten Gunung Kidul (D/W), Kabupaten Sleman (E/N/Y/Q/Z/U), Kabupaten Kulon Progo (C)
    AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD - A/H/S/U), Kabupaten Sukoharjo (AD - B/K/T), Kabupaten Boyolali (AD - D/M), Kabupaten Sragen (AD - E/N/Y), Kabupaten Karanganyar (AD - F/P/Z), Kabupaten Wonogiri (AD - G/R), Kabupaten Klaten (AD - C/J/L/Q/V)
    contoh : AD1234CB AD1234CK AD1234CT merupakan TNKB dari Kabupaten Sukoharjo.



Jawa Timur

    L = Kota Surabaya
    M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan
    N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten (D-J)/Kota Malang(A-C dan E), Kabupaten (L-N,)/Kota Probolinggo (P-R), Kabupaten (S,U)/Kota Pasuruan (V,X), Kabupaten Lumajang (W-Z), Kota Batu (K)
    P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso (A-D), Kabupaten Situbondo (E-H), Kabupaten Jember(K-T), Kabupaten Banyuwangi (U-Z)
    S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang[7]
    W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik[8]
    AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan(W / X / Y / Z))
    AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten (D-J)/Kota Kediri(A-C), Kabupaten(K-N)/Kota Blitar(P-R), Kabupaten Tulungagung(S-T), Kabupaten Nganjuk(U-W), Kabupaten Trenggalek(Y-Z)


Bali dan Nusa Tenggara

    DK = Bali
    DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)
    EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)
    DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)
    EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)
    ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)


Kalimantan

    KB = Kalimantan Barat
    DA = Kalimantan Selatan, dipakai di seluruh Kalimantan sebelum pembagian provinsi
    KH = Kalimantan Tengah
    KT = Kalimantan Timur


Sulawesi

    DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan)
    DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sitaro)
    DM = Gorontalo
    DN = Sulawesi Tengah
    DT = Sulawesi Tenggara
    DD = Sulawesi Selatan
    DC = Sulawesi Barat


Maluku dan Papua

    DE = Maluku
    DG = Maluku Utara
    DS = Papua dan Papua Barat


Tidak digunakan

    DF = Timor Timur (telah menjadi negara sendiri)


Presiden dan pejabat pemerintahan pusat

Mobil dinas pejabat negara memiliki plat nomor khusus. Jika pada saat pejabat tersebut bertugas ke wilayah di luar ibukota RI atau kunjungan dinas ke luar negeri, maka plat nomor tersebut akan dipasangkan pada mobil yang dinaiki oleh pejabat bersangkutan.

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:

    RI 1: Presiden
    RI 2: Wakil Presiden
    RI 3: Istri/suami presiden (Ibu Negara / Bapak Negara)
    RI 4: Istri/suami wakil presiden (Wakil Ibu Negara / Wakil Bapak Negara)
    RI 5: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
    RI 6: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
    RI 7: Ketua Dewan Perwakilan Daerah
    RI 8: Ketua Mahkamah Agung
    RI 9: Ketua Mahkamah Konstitusi
    RI 10: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
    RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
    RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
    RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
    RI 14: Menteri Sekretaris Negara
    RI 15: Sekretaris Kabinet
    RI 16: Menteri Dalam Negeri
    RI 17: Menteri Luar Negeri
    RI 18: Menteri Pertahanan
    RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
    RI 20: Menteri Keuangan
    RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
    RI 22: Menteri Perindustrian
    RI 23: Menteri Perdagangan
    RI 24: Menteri Pertanian
    RI 25: Menteri Kehutanan
    RI 26: Menteri Perhubungan
    RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan
    RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
    RI 29: Menteri Pekerjaan Umum
    RI 30: Menteri Kesehatan
    RI 31: Menteri Pendidikan Nasional
    RI 32: Menteri Sosial
    RI 33: Menteri Agama
    RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
    RI 35: Menteri Komunikasi dan Informatika
    RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi
    RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
    RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup
    RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
    RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
    RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
    RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
    RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
    RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat
    RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
    RI 46: Jaksa Agung
    RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia
    RI 48: Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
    RI 49: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
    RI 52: Wakil Ketua DPR
    RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

Catatan: Nomor kendaraan Pejabat Negara / Menteri sering berganti, hal ini disesuaikan dengan jumlah anggota Kabinet. Misalnya pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014) Jabatan Sekretaris Kabinet bukan setingkat menteri, sehingga Nomor Kendaraan untuk beberapa menteri berubah. Sebagai contoh saat ini Kepala BIN menggunakan RI 49.
[sunting] Korps diplomatik dan konsuler

Mobil milik korps diplomatik (Kedutaan besar maupun organisasi internasional) memiliki kode khusus, yakni CD (singkatan dari Corps Diplomatique) atau CC (singkatan dari Corps Consulaire), diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri. Kendaraan dengan nomor polisi ini secara sah sudah berada di luar teritori (extrateritorial) hukum dan regulasi Republik Indonesia.

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk korps diplomatik di Indonesia:

    CD 12: Amerika Serikat
    CD 13: India
    CD 14: Perancis
    CD 15: Vatikan
    CD 16: Norwegia
    CD 17: Pakistan
    CD 18: Myanmar
    CD 19: Republik Rakyat Cina
    CD 20: Swedia
    CD 21: Arab Saudi
    CD 22: Thailand
    CD 23: Mesir
    CD 24: Perancis
    CD 25: Filipina
    CD 26: Australia
    CD 27: Irak
    CD 28: Belgia
    CD 29: Uni Emirat Arab
    CD 30: Italia
    CD 31: Swiss
    CD 32: Jerman
    CD 33: Sri Lanka
    CD 34: Denmark
    CD 35: Kanada
    CD 36: Brasil
    CD 37: Rusia
    CD 38: Afganistan
    CD 39: Yugoslavia (Serbia ?)
    CD 40: Republik Ceko
    CD 41: Finlandia
    CD 42: Meksiko
    CD 43: Hongaria
    CD 44: Polandia
    CD 45: Iran
    CD 47: Malaysia
    CD 48: Turki
    CD 49: Jepang
    CD 50: Bulgaria
    CD 51: Kamboja
    CD 52: Argentina
    CD 53: Romania
    CD 54: Yunani
    CD 55: Yordania
    CD 56: Austria
    CD 57: Suriah
    CD 58: Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP)
    CD 59: Selandia Baru
    CD 60: Belanda
    CD 61: Yaman
    CD 62: Kesatuan Pos Sedunia (UPU)
    CD 63: Portugal
    CD 64: Aljazair
    CD 65: Korea Utara
    CD 66: Vietnam
    CD 67: Singapura
    CD 68: Spanyol
    CD 69: Bangladesh
    CD 70: Panama
    CD 71: Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF)
    CD 72: Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO)
    CD 73: Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)
    CD 74: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
    CD 75: Korea Selatan
    CD 76: Bank Pembangunan Asia (ADB)
    CD 77: Bank Dunia
    CD 78: Dana Moneter Internasional (IMF)
    CD 79: Organisasi Buruh Internasional (ILO)
    CD 80: Papua Nugini
    CD 81: Nigeria
    CD 82: Chili
    CD 83: Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR)
    CD 84: Program Pangan Dunia (WFP)
    CD 85: Venezuela
    CD 86: ESCAP
    CD 87: Kolombia
    CD 88: Brunei
    CD 89: UNIC
    CD 90: IFC
    CD 91: United Nations Transitional Administration in East Timor
    CD 97: Palang Merah
    CD 98: Maroko
    CD 99: Uni Eropa
    CD 100: Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN (Sekretariat)
    CD 101: Tunisia
    CD 102: Kuwait
    CD 103: Laos
    CD 104: Palestina
    CD 105: Kuba
    CD 106: Organisasi Antar-Parlemen ASEAN (AIPO)
    CD 107: Libya
    CD 108: Peru
    CD 109: Slowakia
    CD 110: Sudan
    CD 111: Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Yayasan)
    CD 112: (Utusan)
    CD 113: Center for International Forestry Research (CIFOR)
    CD 114: Bosnia-Herzegovina
    CD 115: Lebanon
    CD 116: Afrika Selatan
    CD 117: Kroasia
    CD 118: Ukraina
    CD 119: Mali
    CD 120: Uzbekistan
    CD 121: Qatar
    CD 122: United Nations Population Fund (UNFPA)
    CD 123: Mozambik
    CD 124: Kepulauan Marshall

Mobil operasional staf korps diplomatik memiliki nomor polisi serupa dengan kendaraan pribadi (dasar hitam dengan tulisan putih) namun dengan format khusus yakni memiliki lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian.

Contoh: "B 12345 15" berarti mobil ini adalah kendaraan operasional staff korps diplomatik Vatikan.

Pada KTT Asia-Afrika 2005, kendaraan para pesertanya dipasang plat nomor dengan kode KAA.

sumber

No comments:

Post a Comment