Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Wednesday, January 23, 2013

Pelaksanaan Akad Nikah


Postingan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya yang juga merupakan tindak lanjut dari beberapa permintaan, saran dan masukkan dari para sobat, baik melalui komentar maupun Facebook, mengenai pelaksanaan akad nikah, lafal ijab qobul dan sighat taklik.
Seperti yang kita ketahui bersama, pelaksanaan akad nikah terbagi menjadi 2 macam, yaitu pelaksanaan di balai nikah (KUA) dan pelaksanaan di luar balai nikah, seperti dilaksanakan di rumah calon mempelai, gedung pertemuan, masjid, dsb.
Nah, pada postingan ini saya ingin berbagimengenai beberapa hal yang perlu diketahui dan kegiatan/acara apa saja yang biasa ada saat prosesi akad nikah yang dilaksanakan di luar balai nikah, baik berdasarkan pengalaman saya pribadi maupun yang biasa ada di masyarakat.
Upacara adat
Biasanya di beberapa daerah di Indonesia sebelum acara akad nikah ada semacam upacara penyambutan menurut adat istiadat daerah tersebut. Contohnya jika di daerah saya saat keluarga calon pengantin pria sampai ke tempat prosesi, biasanya mereka disambut oleh lengser dan kesenian tradisional yang kemudian ada acara serah terima dan lain sebagainya.
Namun perlu diingat bahwa acara adat ini tidaklah wajib, mungkin acara ini disarankan atau diperuntukkan untuk orang-orang yang memang memiliki dana yang cukup atau bahkan berlebih. He..he...
Prosesi Akad Nikah
1.   Pra Akad
a.
Pemeriksaan Ulang

Sebelum pelaksanaan akad nikah, Penghulu (PPN) biasanya terlebih dahulu memeriksa atau melakukan re-checking (pengecekan ulang) terhadap administrasi dan persyaratan nikah kepada pasangan calon pengantin serta walinya.
Calon pengantin serta walinya diminta untuk untuk melengkapi kolom yang masih kosong alias belum terisi pada saat pemeriksaan awal di KUA dan jika ada perubahan data dari hasil pemeriksaan sebelumnya.
Kemudian Penghulu menetapkan dua orang yang memenuhi syarat untuk menjadi saksi pernikahan.
b.
Khutbah Nikah

Sebelum pelaksanaan akad nikah, biasa didahului dengan pembacaan khutbah nikah, pembacaan istighfar dan syahadatain (dua kalimat syahadat)
2.   Akad Nikah
Ijab qobul dilaksanakan langsung oleh wali nikah calon mempelai wanitaterhadap calon mempelai pria, namun jika ada satu dan lain hal, maka wali nikah tersebut dapat mewakilkannya kepada orang lain yang ditunjuk oleh yang bersangkutan.
Lafal qobul
Sebenarnya kalimat/lafal ijab qobul tergantung dari kebiasaan dan bahasa daerahnya masing-masing. Seperti saya yang tinggal dan menikah di Cianjur, saat qobul saya menggunakan bahasa Sunda, meski jujur saat itu saya tidak/belum begitu menguasainya. Namun sehari sebelumnya, saya terus-menerus menghafalkannya, agar tidak terlihat nervous dan utamanya lagi agar tidak ditertawakan oleh yang hadir saat prosesi berlangsung. He..he...
Berikut beberapa versi pelafalan qobul yang saya tahu dan saya minta langsung dari petugas KUA di daerah saya.
a.
Versi Sunda
-
"Abdi nampi nikahna neng .... binti ... kalayan maskawin ku emas ... gram dibayar kontan"
-
"Nampi abdi nikah ka ... putra teges Bapa ... kalayan nganggo maskawin ku emas ... gram, dibayar kontan"
-
"Tarima abdi nikah ka ... putra teges Bapa, kalayan nganggo maskawin ku perhiasan emas ... gram, dibayar kontan"
b.
Versi Indonesia
-
"Saya terima nikahnya dan kawinnya ... binti ... dengan maskawinnya yang tersebut tunai"
-
"Saya terima nikahnya ... putri kandung Bapak, dengan maskawin berupa perhiasan emas ... gram, dibayar tunai"
-
"Terima saya menikah dengan ... putri kandung Bapak, dengan maskawin berupa perhiasan emas ... gram, dibayar tunai"
c.
Versi Arab
-
قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيـْجَهَا بِالْمَهْرِالْمَذْكُوْرِ نَـقْدًا

"Qobiltu nikaahahaa wa tazwiijahaa bilmahrin madzkuuri naqdan"
-
ﺒِﻤَﻬَﺎﺮﻤَﺬْﻜُﻮْﺮٍ ﻨِﻜَﺎﺤَﻬَﺎ قَبِلْتُ

"Qobiltu nikaahahaa bimahaarin madzkuurin"
d.
Versi Inggris

"I accept her marriage and wedding ..... daughter of mr. .... with the dowry mentioned above in cash"
Ohya mohon maaf, hanya lafal-lafal di atas yang saya tahu dan saya dapatkan. Sedangkan untuk daerah lainnya, sobat bisa men-translate (menerjemahkan) sesuai bahasa daerah masing-masing dengan referensi dari versi bahasa Indonesia di atas.
3.   Pasca Akad
Nah ceritanya di sini, yang tadinya calon pengantin sekarang sudah resmi menjadi suami istri, adapun acara selanjutnya adalah:
a.
Penandatanganan Akta Nikah

Penandatanganan akta nikah dilakukan oleh kedua mempelai, wali nikah, dua orang saksi serta penghulu yang menghadiri akad nikah tersebut
b.
Pembacaan dan Penandatanganan Sighat Taklik

Sedekat yang saya tahu, sebenarnya sighat taklik tidak wajib dibaca oleh suami dengan kata lain bisa ya bisa juga tidak, sesuai dengan pasal 23 ayat [1] PMA No. 11 Tahun 2007 yang menyebutkan "Suami dapat menyatakan sigat taklik". Jujur saja, saya pun saat menikah dulu tidak membacanya. He..he...
Jika suami mengucapkan sighat taklik, maka setelah mengucapkannya juga disarankan untuk menandatanganinya. Seperti yang tercantum pada pasal 23 ayat [2] PMA No. 11 Tahun 2007 yang menyebutkan "Sigat taklik dianggap sah apabila ditandatangani suami".
Meski pengucapan sighat taklik tidak diwajibkan, untuk memenuhi permintaan para sobat di atas, tidak ada salahnya jika saya lampirkan teks dari sighat taklik yang ada di bagian belakang buku nikah.
Teks sighat taklik bahasa Indonesia

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

WA AUFUU BIL ‘AHDI INNAL ‘AHDA KAANA MAS’UULAA

وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً

"Tepatilah janjimu, sesungguhnya janji itu kelak akan dituntut"
(QS. al-Isra : 34)

SIGHAT TAKLIK



Sesudah akad nikah, saya :

............................... bin ........................................... berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya yang bernama :

................................ binti ...................................... dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran syari’at agama Islam.



Selanjutnya saya mengucapkan sighat taklik atas istri saya itu sebagai berikut :

Sewaktu-waktu saya :

1.
Meninggalkan istri saya tersebut dua tahun berturut-turut,

2.
Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya,

3.
Atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya itu,

4.
Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya itu enam bulan lamanya.

Kemudian istri saya tidak ridho dan mengadukan halnya kepada pengadilan Agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan tersebut, dan istri saya itu membayar uang sebesar Rp. 10,000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwad (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.

Kepada pengadilan tersebut saya kuasakan untuk menerima uang ‘iwad (pengganti) itu dan kemudian menyerahkannya kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Cq. Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah untuk keperluan ibadah sosial.


..........., ................ 20....

Suami,

(....................................)
Teks sighat taklik bahasa Inggris

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

"In the name of Allah, the Rohman, the Rohim"

وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً

" And Fully the promise, verily the promise shall be questioned about"
(QS. al-Isra : 34)

SIGHAT TAKLIK



After marriage agreement, I am .......................................... son of Mr. .............................................. I here with promise thruthfully that I will fulfill my obligation as a husband, and I will associate my wife named ................................................... daughter of Mr. ..................................................... kindly (mu’asyarah bil ma’rufi) according to the teaching of Islamic religion.



Furthermore, I read this sighat taklik for my wife mentioned as follows :

Any time :

1.
I leave my wife two years continuously;

2.
Or I do not give compulsory basic necessities of life three months long;

3.
Or I hurt my wife’s body/physic;

4.
Or I neglect/I do not care my wife for six months long.

Then my wife is not willing and my wife complains about her matter to the Religius Court and her complains is accepted by the court, and my wife pays money in the amount of Rp. 10.000,- (ten thousand rupiahs) as 'iwadh (substitute to me, then falls my once divorce to her.

To the court mentioned I outhorize to receive the substitute money and then to hand over it for the need of sociad devation.


..........., ................ 20....

Husband,

(....................................)
c.
Penyerahan Mahar/Maskawin

Suami menyerahkan maskawin, di sini bisa diserahkan semuanya atau jika mas kawinnya berupa barang yang besar atau jumlahnya banyak bisa juga secara simbolis saja
d.
Penyerahan Buku Nikah/Kutipan Akta Nikah

Penghulu menyerahkan Buku Nikah kepada pasangan pengantin baru.
Btw, jangan lupa untuk mengabadikannya ya!. Karena saat ini sobat sudah resmi menjadi pasangan suami istri loh. He..he...
e.
Nasihat Perkawinan dan Do’a penutup

Ini bagian terakhir juga biasanya merupakan bagian yang ditunggu-tunggu oleh mempelai. Nasihat serta do’a penutup biasanya dilakukan oleh tokoh agama atau keluarga yang ditokohkan.
Setelah acara terakhir ini selesai, silahkan mempelai mempersiapkan tangan untuk menerima ucapan selamat dari para kerabat dan undangan. Tapi jangan lupa untuk melakukan sujud syukur pada ALLAH SWT dan ucapkan terima kasih pada para kerabat dan undangan serta persilahkan mereka makan ya...
Nah demikian sekelumit tips, informasi dan sharing pengalaman, semoga bermanfaat dan tak lupa kembali saya sampaikan "selamat menempuh hidup baru dan semoga terwujud keluargayang sakinah, mawaddah wa rohmah". Amien yaa Robbal 'Aalamien…
Sekian & salam berbagi...

Thursday, November 22, 2012

(Renungan) Ayah Kembalikan Tangan Dita

Sepasang suami isteri – seperti pasanganlain di kota-kota besar selalu meninggalkan anak-anak dan diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, adalah perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan saja oleh pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayunan di atas buaian yang dibeli Ayahnya, atau memetik bunga di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku berkarat. Si Anak pun mencoret lantai tempat mobil Ayahnya diparkirkan, namun karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Lalu dicobanya lagi pada mobil baru Ayahnya. Ya.. mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Kebetulan hari itu Ayah dan Ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. DIbuatnya gambar Ibu dan Ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri tersebut melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si Bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!"...
Pembantu rumah yang tersentak mendengar jeritan itu pun segera berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan, lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan "Saya tidak tahu, Tuan". "Kamu di rumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
Si Anak yang mendengar suara Ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yang membuat gambar itu Ayahhh.. cantik.. kan...!", katanya sambil memeluk Ayahnya sambil bermanja seperti biasa.
Si Ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan sang Anak. Si Anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si Ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan si Ibu hanya berdiam diri, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan pada sang Anak. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa. Si Ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.
Setelah puas memukul, si Ayah masuk ke rumah diikuti si Ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si Anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si Ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua belah tangan si Anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!", jawab Bapak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si Ayah konon bermaksud ingin memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si Ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si Ibu pun demikian, meski setiap hari dia bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu...", jawab pembantunya ringkas. "Kasih panadol saja," balas si Ibu. Sebelum si Ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita sangat panas. "Yah, sore nanti kita bawa ke klinik," kata majikannya itu.
Sampai saatnya si Anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter merujuk agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari dirawat inap dokter memanggil Bapak dan Ibu anak itu. "Tidak ada pilihan lagi..."kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut… "Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawa anak Bapak dan Ibu, maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Bagaikan terkena halilintar si Bapak dan Ibu mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat diucapkan lagi.
Si Ibu meraung merangkul si Anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si Ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si Anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka Ayah dan Ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si Anak bersuara dalam linangan air mata.
"Ayah.. Ibu.. Dita tidak akan melakukannya lagi… Dita tak mau Ayah pukul lagi. Dita janji tidak nakal lagi.. Dita sayang Ayah.. Dita sayang Ibu...", katanya berulang kali membuatkan si Ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti..."katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
"Ayaaah.. kembalikan tangan Dita..!! Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi..!! Bagaimana Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tidak akan coret-coret mobil lagi, Dita janji...!!!" katanya berulang-ulang.
Hancur hati si Ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur.
Pada akhirnya si Anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.
Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran batin, sampai suatu saat sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi...
Namun, si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayangdan selalu merindukan Ayahnya..
Semoga bermanfaat dan dapat diambil Hikmahnya …
Silahkan DICOPAS atau DI-SHARE jika menurut sobat note ini bermanfaat ….
Sekian dan salam berbagi...
Sumber bindusabid

Thursday, November 15, 2012

(Renungan) Keikhlasan Mulia

Cuaca hari ini sangatlah panas. Mbah Yono terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan Bojong Asri demi menyambung hidup. Mbah Yono sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berpikir "mau makan apa atau mau makan dimana saya malam ini?", mbah Yono cuma bisa berfikir "saya bisa makan atau tidak malam ini?" di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah Yono, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, di situ dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.
Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung jalan, dia pun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.
Ketika mbah Yono menambal sepatunya yang bolong, ia terus-menerus melihat jam di tangan. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat ia pun berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
"Wah cepat sekali, berapa Pak?"
"5.000 rupiah Mas"
Sang pemuda pun mengeluarkan selembar uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Yono jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang untuk kembalian, apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.
"Wah Mas tidak ada uang pas ya?"
"Nggak ada Pak, uang saya tinggal selembar ini, belum direcehkan"
"Maaf Mas, saya tidak punya uang kembalian"
"Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah, saya tukerin dulu sebentar ke warung depan"
"Sudah tidak usah repot-repot Mas. Mas bawa dulu, karena saya perhatikan Mas sedang buru-buru. Lain waktu saja Mas kalau kita ketemu lagi."
"Oh, syukurlah kalo gitu. Ya sudah, makasih ya Pak."
Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini adalah hari yang tidak menguntungkan bagi mbah Yono. Dia hanya memperoleh 1 pelanggan dan itu pun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, "ikhlas, insya ALLAH akan dapat gantinya."
Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sebuah sekolah. Selesai shalat ia berdoa,
"Ya ALLAH, izinkan aku mencicipi secuil rezeki-MU hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendak-MU.”
Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.
"Wah kebetulan kita ketemu di sini, Pak. Ini bayaran yang tadi siang Pak."
Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Namun bukan hanya selembar, tapi 5 lembar.
"Loh, loh Mas? Ini Mas belum mecahin uang ya? Maaf Mas, saya masih belum punya untuk kembaliannya. Ini juga kok 5 lembar Mas, apa tidak salah ngambil Mas?"
"Sudah Pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, Pak. Hari ini saya ada wawancara kerja. Telat 5 menit saja, saya sudah pasti gagal Pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Dan insya ALLAH minggu depan saya berangkat ke Prancis. Saya mohon doanya ya Pak"
"Tapi ini terlalu banyak Mas"
"Saya bayar jasa sol sepatu 5.000 rupiah, Pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya dan keikhlasan bapak hari ini."
ALLAH punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hamba-NYA yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba
Sesungguhnya di dalam kesulitan ada kemudahan dan keikhlasan akan dibalas dengan keindahan
Sekian dan semoga bermanfaat....

Friday, August 24, 2012

1100 Hadits Terpilih - Adab

1.







2.
Berhati-hatilah duduk-duduk di pinggir jalan. Para sahabat bertanya, "Ya Rosululloh, bagi kami sesuatu yang tidak dapat kami tinggalkan. Dalam berkumpul (majelis) itu kami berbincang-bincang." Nabi SAW menjawab, "Kalau memang suatu keharusan maka berilah jalanan itu haknya." Mereka bertanya lagi, "Apa yang dimaksud haknya itu, ya Rosululloh?" Nabi SAW menjawab, "Palingkan pandanganmu (dari memandang kaum wanita) dan jangan menimbulkan gangguan. Jawablah tiap ucapan salam dan beramar ma'ruf nahi mungkar." (HR. Bukhari dan Muslim)
Nabi SAW lebih malu daripada seorang gadis dalam pingitannya. (HR. Bukhari)
3.
Sesungguhnya seorang mukmin mengambil (melaksanakan) adab dari ALLAH. Kalau ALLAH meluaskan adab baginya maka akan luas adabnya dan menyempitkannya (menahan dan tidak memberinya adab) maka sempitlah adabnya. (HR. al-Hakim)
4.
Berhati-hatilah dengan telanjang karena ada (makhluk) yang selalu menyertai kamu (malaikat) yang tidak meninggalkan kamu kecuali kalau kamu buang hajat dan bersenggama dengan keluarga (istri). Malulah terhadap mereka dan hormati mereka. (HR. Tirmidzi)
5.
Aurat mukmin terhadap mukmin yang lain haram (HR. ath-Thahawi)
6.
Jagalah auratmu kecuali terhadap isterimu atau budak wanita yang kamu miliki. Aku bertanya, "Ya Rosululloh, bagaimana kalau dia sedang sendirian?" Nabi SAW menjawab, "ALLAH lebih berhak (patut) kamu malui." (HR. Bukhari)
7.
Sesungguhnya ALLAH indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya. (HR. al-Baihaqi)
8.
Apabila kamu memelihara rambut hendaklah dimuliakan. (HR. Abu Dawud dan ath-Thahawi)

Penjelasan:
Rambut itu hendaklah disisir, dirapikan dan tidak acak-acakan
9.
Seorang bertanya kepada Nabi SAW, "Islam yang bagaimana yang baik?" Nabi SAW menjawab, "Membagi makanan (kepada fakir-miskin) dan memberi salam kepada yang dia kenal dan yang tidak dikenalnya." (HR. Bukhari)
10.
Yang muda mendahului memberi salam kepada yang tua, yang lewat kepada yang duduk dan yang berjumlah sedikit kepada yang banyak. (HR. Bukhari)
11.
Rosululloh SAW melarang orang kencing di air yang tidak mengalir. (HR. Muslim)
12.
Nabi SAW mendatangi serombongan orang yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan lalu beliau berkata, "Kalau memang harus kamu lakukan maka balaslah ucapan salam dan tolonglah orang yang dizhalimi. Tunjuki jalan bagi orang yang bertanya. (HR. Abu Dawud)
13.
Janganlah kamu kencing ke dalam lobang (tanah). (HR. an-Nasaa'i)

Keterangan:
Karena bisa jadi lubang tersebut merupakan sarang serangga atau binatang lainnya, selain itu lubang tidak dapat mengalirkan air kencing sehingga bisa menjadi sumber penyakit
14.
Sesungguhnya pria yang berpakaian sutera tidak akan memperoleh bagiannya di akhirat. (HR. Bukhari)

Keterangan:
Pakaian sutera dan pakaian yang dibordir dengan sutera (yang terdapat suteranya) diharamkan untuk kaum pria (muslimin), namun diperbolehkan untuk kaum wanita (muslimah). Khusus untuk kaum pria yang mempunyai penyakit gatal-gatal (penyakit exim) yang umumnya sering menggaruk-garuk kulit yang gatal tersebut, maka menggunakan pakaian sutera diperbolehkan untuk mereka. Hal tersebut pernah dialami oleh Zubair dan Abdurrahman bin 'Auf, dan Rosululloh pun mengizinkannya
15.
Segala urusan yang tidak didahului dengan memuji ALLAH kurang (tidak ada) kebaikannya. (HR. Ibnu Hibban dan al-Baihaqi)
16.
Rosululloh SAW melarang kami memaksa (menyiksa) diri. (HR. Abu Hanifah)
Sumber:
1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath
Penerbit: Gema Insani Press