Thursday, June 28, 2012

Arti dan Makna Logo Kabupaten Magetan Jawa Timur




Surat Keputusan DPRD-GR Kabupaten Magetan tanggal 24 Oktober 1868 Nomor : DPRD/36/Lb./26/1968

Bentuk secara keseluruhan adalah kulit dari seekor ternak, suatu ciri khas dari Daerah Kabupaten Magetan yang terkenal dengan kerajinan kulit

Bintang melambangkan bahwa penduduk Kabupaten Magetan meyakini dan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Disamping itu juga merupakan suatu cita-cita yang tertinggi dengan berlandaskan Pancasila

Keris merupakan pusaka yang keramat bagi Bangsa Indonesia pada umumnya dan melambangkan suatu kewibawaan

Gunung dan Asap melambangkan Gunung Lawu dan asapnya merupakan gunung yang tertinggi dan terbesar di daerah Kabupaten Magetan, menggambarkan kemegahan dan kesuburan daerah

Telaga Pasir melambangkan kebanggaan daerah, sumber kemakmuran dan obyek wisata

Padi dan Kapas melambangkan cita-cita kemakmuran

Roda Bergerigi (hanya sebagian yang terlihat)  menggambarkan kegiatan kerja para karyawan dengan segenap lapisan masyarakat lainnya untuk mencapai cita-cita kemakmuran

Perpaduan yang memancarkan dari keris dan bintang sebanyak 17 berkas, menyatakan tanggal 17

Kapas sebanyak 8 buah melambangkan Bulan Agustus

Butir padi yang berisi 45 buah melambangkan angka puluhan dan satuan angka tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu 1945

Hijau dan kuning merupakan warna pertanian, hijau tua adalah warna dari tanaman yang subur, sedangkan kuning adalah butir padi yang tua

Kuning emas melambangkan keluhuran kepribadian Bangsa Indonesia

Dengan memperhatikan uraian tersebut dapat diambil kesimpulan tentang jiwa serta makna lambang bahwa Pemerintah Kabupaten Magetan dengan segala lapisan masyarakatnya selalu siap mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan berpedoman pada Pancasial dan Undang-Undang Dasar 1945

PERBANDINGAN UKURAN BAGIAN-BAGIAN LAMBANG
Gambar Lambang digambarkan dengan mengambil pedoman garis bidang lambang yang berbentuk empat persegi panjang

Panjang garis bidang lambang - lebar = 5:4

Jarak garis bidang lambang bagian atas sampai puncak keris : tinggi kesi, jarak pegangan keris sampai garis garis bidang lambang bagian bawah = 5:8:5

Panjang keris : panjang pegangan = 4:1

Bintang besarnya dapat disesuaikan dengan keadaan tempat

Jarak garis bidang lambang bagian atas sampai puncak gunung.  Tinggi gunung : jarak kaki gunung sampai garis bidang lambang bagian bawah = 3:1:2

Jarak garis bidang lambang bagian kiri tempat tulisan Magetan.  Panjang tulisan Magetan : tempat tulisan Magetan sampai garis bidang lambang bagian kanan = 1:1:1

Panjang tempat tulisan Magetan = 5:1

Tinggi gunung : tabel gunung (bagian yang tebal) lubang gunung bagian atas = 15:12:5 dan pata diubah 3:2:1

Tinggi puncak butir padi dan kapas lebih tinggi sedikit daripada tinggi puncak keris

Bagian kiri asap kelabu : lebar asap kelabu yang terlebar : bagian kanannya = 23:26:23

Besar gambar-gambar yang lain dapat disesuaikan dengan keadaan lambang

Demikian juga halnya dengan lekukan-lekukan pada bentuk lambang yang berbangun kulit direntangkan (dipenteng), dapat hanya dikira-kira saja.

Sumber : http://www.magetankab.go.id/


Download Logo Kabupaten dan artinya disini

Logo Kabupaten Magetan Jawa Timur



 

 Download Logo Kabupaten, Arti LogoKabupaten disini

Download Logo, Arti Logo, Contoh Surat, Kaligrafi Indah dan Wallpaper disini

Logo Kabupaten Magetan, Logo Kab. Magetan, Lambang Kabupaten Magetan, Lambang Kab. Magetan, Gambar Logo Kabupaten Magetan, Gambar Lambang Kabupaten Magetan, Wallpaper Kabupaten Magetan, Kabupaten Magetan dalam gambar

Arti dan Makna Logo Kabupaten Magetan dapat dibaca disini

Wednesday, June 27, 2012

1100 Hadits Terpilih - Rahmat ALLAH

1.


2.

3.
Orang yang belas kasihan akan dikasihi ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasih-sayangi mereka yang di langit. (HR. Bukhari)
ALLAH azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Rahmat-KU mendahului murka-KU." (HR. Muslim)
Tiada dicabut rahmat kecuali dari (hati) seorang pendurhaka. (HR. Abu Dawud)
4.
Barangsiapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi ALLAH. (HR. Bukhari)
5.
Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka ALLAH akan memberinya maaf pada hari kesulitan. (HR. ath-Thabrani)
6.
Pengampunan ALLAH lebih besar dari dosamu. (HR. ath-Thabrani dan al-Baihaqi)
7.
ALLAH azza wajalla merahasiakan dosa hamba-NYA di dunia dan merahasiakannya pula di akhirat. (HR. Muslim)
8.
Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat ALLAH ta'ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar). (HR. Muslim)
Sumber:
1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath

Tuesday, June 26, 2012

Kaligrafi Indah Baru



 Download Logo, Arti Logo, Contoh Surat dan Kaligrafi disini


Download Arti Logo Kabupaten, Arti Logo Departemen disini

Kaligrafi Islam, Kaligrafi Indah, Kaligrafi Al-Qur'an, Kaligrafi Melayang, Gambar kaligrafi indah, Gambar kaligrafi baru, Gambar Kaligrafi Persembahan, Wallpaper Kaligrafi Indah, Wallpaper Kaligrafi Baru

Download Logo Kabupaten dan Artinya disini

Foto Bersama

Para murid kelas 1 SD GTJ semuanya sudah selesai berfoto bersama dan guru sedang mencoba membujuk mereka untuk membeli masing-masing selembar foto nantinya.
"Coba pikirkan betapa indahnya bila kalian semua sudah dewasa dan berkata: 'Nah itu Bella, ia jadi pembalap', itu Chodirin sekarang ia jadi walikota atau 'itu Risma yang kini jadi pengusaha'"
Tiba-tiba seorang murid bernama Agil nyeletuk: "Dan itu bapak Anto guru kita. Dan kini ia sudah mati!!"

Monday, June 25, 2012

Empat Orang Suci

Empat orang suci memutuskan untuk berpuasa dengan berpantang berbicara. Mereka memulainya dengan semangat hingga memasuki hari ketiga,
Orang 1 : " Aku lupa, apakah aku sudah mengunci pintu gereja sebelum pulang?"
Orang 2 : "Sstt, kacau, kamu telah membatalkan puasamu!"
Orang 3 : "Kamu ini bagaimana sih? kamu juga baru saja membatalkan puasamu!"
Orang 4 : "Puji Tuhan, aku adalah satu-satunya orang yang belum berbicara!"

Sunday, June 24, 2012

Dr. Hendra Piliang

Hendra Piliang adalah seorang supir camat di Solok, ia minta berhenti karena akan merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Mula-mula dia bekerja sebagai sopir di Tanah Abang, setelah dapat mengumpulkan sedikit modal dia mulai menggelar dagangannya di pinggir jalan di Tanah Abang.
Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian dia berhasil memiliki kios kain di dalam pasar. Dia pun berkeluarga dan memiliki 2 anak.
Tahun ini dia membangun rumah di Depok, di lingkungan perumahan dosen UI. Karena tetangganya semua akademisi, macam-macam gelarnya, ada Prof., ada Phd., dll.
Hendra merasa malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti para tetangganya. Dibuatlah papan nama dari perak yang dipesan langsung dari Koto Gadang, dengan nama DR. Hendra Piliang, MSc.
Ketika ayahnya datang berkunjung, sambil bangga dia bertanya dimana anaknya kuliah, sebab setahu dia, Hendra hanya lulusan SD.
Dengan malu-malu Hendra menerangkan maksud dari gelarnya di papan nama, yaitu
"Disiko Rumahnyo Hendra Piliang Mantan Supir camat"